Surakarta, 13 Agustus 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FF UMS) menyelenggarakan Workshop Peninjauan dan Implementasi Kurikulum sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kesiapan lulusan menghadapi perkembangan masa depan.
Dekan Fakultas Farmasi UMS dalam pengantarnya menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum secara berkala senantiasa dilaksanakan sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu. Evaluasi dan pengembangan kurikulum diperlukan untuk memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan profesi, serta dinamika masyarakat.

“Peninjauan kurikulum bukan hanya untuk memenuhi kelengkapan dokumen akademik, tetapi merupakan bagian dari siklus peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kurikulum perlu terus disiapkan agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkap Dekan.
Workshop yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut menghadirkan Prof. Dr.rer.nat. Triana Hertiani, S.Si., M.Si., Apt. dari Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Prof. Triana menekankan pentingnya implementasi Outcome-Based Education (OBE) dengan memastikan keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), aktivitas pembelajaran, dan asesmen. Setiap mata kuliah diharapkan menjadi bagian dari learning journey mahasiswa yang dirancang secara bertahap melalui proses introduce, reinforce, dan master.
Peserta juga diajak mengevaluasi kualitas aktivitas pembelajaran melalui pendekatan 21st Century Learning Design (21CLD), termasuk penguatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, penggunaan teknologi, dan kemandirian belajar.

Selain itu, workshop membahas penguatan sistem asesmen serta integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran agar mahasiswa semakin dekat dengan persoalan nyata di bidang kefarmasian.
Melalui kegiatan ini, FF UMS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan, adaptif, terintegrasi, dan berorientasi masa depan, sehingga mampu menghasilkan lulusan farmasi yang memiliki kompetensi kuat dan siap berkontribusi di tengah perubahan dunia profesi dan perkembangan teknologi.


