
Surakarta, 13 Juli 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Industrial Skill Event sebagai salah satu rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026 di Fakultas Farmasi UMS ini menjadi ajang kompetisi bergengsi bagi mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kompetensi dan inovasi di bidang industri farmasi.
Industrial Skill Event dirancang sebagai wadah pengembangan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia industri farmasi yang semakin dinamis. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang untuk menyelesaikan studi kasus, menyusun solusi inovatif, serta mempresentasikan gagasan yang aplikatif sesuai kebutuhan industri.
Setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terpilih lima tim terbaik yang berhak melaju ke babak final. Kelima finalis tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).
Babak final berlangsung kompetitif dengan menampilkan presentasi dan pemaparan solusi dari masing-masing tim. Penilaian dilakukan secara profesional oleh dua juri yang memiliki pengalaman luas di bidang industri dan akademik, yaitu apt. I Ketut Sudarsana dari PT Konimex serta apt. Suprapto dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Berdasarkan hasil penilaian yang mencakup aspek inovasi, ketepatan analisis, kelayakan implementasi, serta kemampuan presentasi, dewan juri menetapkan:
- Juara I: Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Juara II: Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Juara III: Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Keberhasilan penyelenggaraan Industrial Skill Event menunjukkan komitmen BEM Fakultas Farmasi UMS dalam menghadirkan kegiatan akademik yang berkualitas dan berdampak bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas jejaring antarmahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi serta memperkuat kolaborasi dengan dunia industri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa farmasi semakin siap menghadapi tantangan profesional di sektor industri farmasi dengan menguasai kemampuan berpikir kritis, problem solving, komunikasi ilmiah, dan inovasi. Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan industri menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan farmasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
